Dari Body Shaming ke Gym: Bagaimana Komentar Pedas Orang Lain Mengubah Hidup Saya
Saya ingin bicara tentang sesuatu yang jarang dibahas secara jujur di konten fitness: alasan di balik kenapa seseorang memulai perjalanan gym mereka.
Bagi saya, alasan itu tidak datang dari inspirasi positif. Tidak dari reel motivasi di Instagram. Tidak dari "saya mau hidup lebih sehat."
Alasan saya jauh lebih personal — dan lebih menyakitkan dari itu.
Ketika Komentar Orang Lain Lebih Keras dari Beban di Gym
Sejak muda, badan saya sudah menjadi bahan candaan. Masuk pesantren sebagai santri baru yang berbadan gemuk dan pendiam — itu kombinasi yang rupanya sangat mengundang komentar dari orang-orang di sekitar.
Komentar soal berat badan itu terus-menerus. Kadang berbentuk lelucon, kadang langsung. Dan saya, yang saat itu masih sangat muda dan belum punya mental yang kuat, meresponsnya dengan diam dan menghindar.
Saya menghindari foto bersama. Menghindari pakaian tertentu. Menghindari situasi di mana tubuh saya akan jadi pusat perhatian.
Body Shaming Bukan Motivasi yang Sehat — Tapi Kadang Itulah yang Menggerakkan Kita
Saya tidak akan bilang bahwa body shaming itu baik atau bahwa orang harus melalui pengalaman seperti itu untuk berubah.
Tidak. Body shaming itu menyakitkan. Dan dampaknya terhadap kepercayaan diri bisa bertahan bertahun-tahun.
Tapi yang saya pelajari dari pengalaman saya: motivasi tidak harus datang dari tempat yang indah untuk menghasilkan sesuatu yang nyata.
Waktu itu, saya tidak mulai gym karena saya mencintai diri saya. Saya mulai gym karena saya ingin membuktikan sesuatu — kepada orang-orang yang menertawakan saya, dan kepada diri saya sendiri.
Dan ternyata, itu cukup untuk memulai.
Titik Balik: Berat 105kg dan Keputusan yang Mengubah Segalanya
Di akhir 2017, berat badan saya mencapai lebih dari 105kg. Aktivitas terbatas, celana terasa sempit, dan setiap kali ada foto bersama teman, saya selalu berada di belakang atau meminta tidak ikut.
Saya muak. Bukan hanya dengan tubuh saya — tapi dengan cara saya membiarkan komentar orang lain mendefinisikan bagaimana saya melihat diri sendiri.
Hari itu saya memutuskan: saya mau berubah. Bukan untuk orang lain. Tapi untuk saya.
Perubahan itu tidak instan. Satu tahun kemudian, lebih dari 20kg turun. Dan yang lebih penting dari angka di timbangan: saya punya kepercayaan diri yang baru.
Yang Benar-benar Berubah Bukan Hanya Tubuhnya
Banyak yang mengira perjalanan gym hanya soal fisik. Bagi saya, dampak terbesarnya justru ada di mental.
Ketika saya mulai melihat progress — baju yang mulai longgar, angkatan beban yang meningkat, stamina yang membaik — ada sesuatu yang berubah di cara saya memandang diri sendiri.
Saya mulai percaya bahwa saya bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya terasa mustahil. Dan kepercayaan itu merembet ke area lain dalam hidup saya.
Gym mengajarkan saya bahwa perubahan nyata itu lambat, tapi pasti — selama kamu konsisten dan punya arah yang jelas.
Kalau kamu sedang memulai perjalanan yang sama dan ingin tahu program yang paling cocok untuk kondisi kamu sekarang, coba quiz gratis ini — 2 menit, langsung dapat rekomendasi yang personal.
Untuk Kamu yang Memulai Karena Alasan yang Sama
Kalau kamu membaca ini dan alasan kamu mulai gym juga karena komentar orang lain — saya tidak akan bilang "abaikan saja". Karena saya tahu itu tidak semudah itu.
Yang ingin saya sampaikan adalah ini:
Apapun alasan kamu memulai, itu valid. Yang penting adalah setelah kamu mulai, kamu menemukan alasan baru yang lebih kuat dari sekadar komentar orang — yaitu rasa bangga terhadap dirimu sendiri.
Itu yang membuat kamu bertahan jangka panjang. Bukan untuk membuktikan sesuatu kepada orang lain, tapi karena kamu tahu tubuh yang sehat dan kuat adalah hadiah terbaik yang bisa kamu berikan untuk dirimu sendiri.
Kesimpulan
Body shaming itu nyata. Dampaknya nyata. Tapi ia tidak harus menjadi akhir dari ceritamu.
Bagi saya, ia justru menjadi awal. Awal dari perjalanan 10 tahun yang mengubah tidak hanya badan saya, tapi juga cara saya melihat diri sendiri dan hidup saya.
Kalau kamu ingin mulai perjalanan yang sama — dengan panduan yang benar, bukan trial and error seperti yang saya lakukan — semua yang saya pelajari sudah saya kumpulkan dalam bundle digital Mada Coaching. Ebook, program latihan, panduan nutrisi dasar — semua ada di sana.
Kamu tidak harus menunggu motivasi sempurna untuk mulai. Mulai dulu, motivasi yang lebih dalam akan datang seiring progres yang kamu rasakan.
FAQ
Apakah boleh mulai gym karena ingin "balas dendam" pada orang yang body shaming?
Boleh — tapi pastikan kamu menemukan motivasi yang lebih dalam di perjalanannya. Motivasi berbasis dendam bisa efektif di awal, tapi biasanya tidak bertahan lama. Yang membuat orang konsisten jangka panjang adalah ketika mereka merasakan manfaat nyata dari gaya hidup sehat itu sendiri — energi yang lebih baik, tidur yang lebih nyenyak, kepercayaan diri yang tumbuh.
Bagaimana cara menghadapi body shaming di gym?
Gym yang baik adalah tempat di mana semua orang fokus pada latihan masing-masing. Jika ada komentar negatif dari orang tertentu, itu bukan cerminan dari gym secara keseluruhan. Fokus pada tujuanmu, catat progressmu, dan jadikan setiap sesi latihan sebagai bukti bahwa kamu terus bergerak maju.
Berapa lama sampai kepercayaan diri saya meningkat setelah mulai gym?
Setiap orang berbeda, tapi banyak yang merasakan perubahan kepercayaan diri bahkan sebelum perubahan fisik terlihat — biasanya setelah 4–6 minggu konsisten latihan. Itu karena tubuh mulai merasa lebih kuat dan berenergi, dan perasaan "saya berhasil melakukan ini" itu sendiri sudah cukup untuk mengangkat kepercayaan diri.
Ada cerita yang ingin kamu bagikan atau pertanyaan yang ingin kamu tanyakan? Hubungi Mada langsung.
Butuh Program yang Lebih Personal?
Mulai dari quiz gratis untuk tahu program yang cocok buat kondisi kamu sekarang.
Mulai Quiz Gratis →