5 Kesalahan Pemula di Gym yang Tanpa Sadar Bikin Orang Sekitar Terganggu
Hampir sepuluh tahun saya berlatih di gym — dari Mesir, Jakarta, sampai berbagai kota lain.
Dan di mana pun saya berlatih, ada saja orang yang melakukan hal-hal yang sama: kebiasaan-kebiasaan kecil yang tanpa sadar mengganggu orang lain di sekitarnya.
Artikel ini bukan untuk menghakimi. Saya sendiri pernah melakukan beberapa di antaranya waktu masih pemula. Tujuannya satu: supaya kamu tidak mengulang kesalahan yang sama, dan bisa langsung membangun kesan yang baik sejak hari pertama gym.
Kenapa Etika Gym Itu Penting?
Gym adalah ruang bersama. Semua orang yang ada di sana punya tujuan yang sama: berlatih dengan nyaman dan efektif.
Ketika ada satu orang yang tidak menjaga etika, dampaknya dirasakan semua orang. Dan ujung-ujungnya, kamu yang dirugikan — karena bisa jadi orang lain enggan membantu atau berbagi alat denganmu.
Sebaliknya, orang yang menjaga etika gym biasanya lebih mudah diterima, lebih sering diajak ngobrol oleh member lama, dan pengalaman latihannya jauh lebih menyenangkan.
5 Hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Lakukan di Gym
1. Datang Tanpa Pakai Deodorant
Ini yang paling dasar — dan sayangnya paling sering dilupakan.
Gym adalah tempat berkeringat. Semua orang tahu itu. Tapi ada bedanya antara bau keringat dan bau ketiak yang sudah fermentasi sedari tadi.
Solusinya mudah: pakai deodorant sebelum berangkat gym. Tidak perlu wewangian mewah — cukup yang bisa menekan bau tidak sedap selama latihan berlangsung.
Orang-orang di sekitarmu akan berterima kasih, meski tidak pernah mengatakannya secara langsung.
2. Tidak Mengembalikan Dumbbell ke Tempatnya
Ini kebiasaan yang kelihatan sepele, tapi sangat mengganggu.
Kamu sudah selesai pakai dumbbell 10 kg. Kamu taruh begitu saja di lantai dekat bangku. Orang berikutnya yang butuh dumbbell 10 kg harus mencarinya ke seluruh penjuru gym.
Kalau semua orang melakukan ini — dan kadang memang begitu kenyataannya — gym jadi seperti gudang berantakan.
Aturannya sederhana: ambil, pakai, kembalikan ke tempat semula. Perlu waktu 10 detik. Tidak lebih.
3. Menduduki Alat Terlalu Lama Sambil Bermain HP
Di gym yang ramai, satu alat bisa diinginkan oleh banyak orang sekaligus.
Masalahnya adalah ketika seseorang sudah selesai setnya, tapi masih duduk di alat itu sambil scrolling Instagram atau membalas chat. 5 menit. 10 menit. Sementara orang lain menunggu.
Kalau kamu perlu istirahat antar set, itu wajar. Tapi istirahat sambil tetap menduduki alat selama kamu asyik main HP? Itu yang perlu dihindari.
Alternatifnya: berdiri dan geser sedikit dari alat saat kamu istirahat. Orang lain bisa menggunakan alatnya sambil kamu istirahat — ini namanya working in, dan itu umum dilakukan di gym mana pun.
4. Menggunakan Cermin Terlalu Lama untuk Berfoto
Cermin di gym fungsinya untuk mengecek form gerakan — bukan studio foto pribadi.
Terutama di ruang ganti atau area latihan yang terbatas, berdiri berlama-lama di depan cermin untuk foto konten sambil orang lain mengantre untuk menggunakannya adalah hal yang kurang bijak.
Kalau memang ingin mendokumentasikan latihan, lakukan dengan cepat dan tidak menghalangi orang lain. Atau tunggu sampai gym sedang tidak ramai.
5. Tidak Menyeka Alat Setelah Dipakai
Ini standar kebersihan yang berlaku di hampir semua gym modern.
Setelah berkeringat di bench press atau lat pulldown, lap alat tersebut dengan handuk atau tissue yang biasanya disediakan gym. Ini bukan hanya soal sopan santun — ini soal kebersihan dan kesehatan orang lain juga.
Banyak gym bahkan mewajibkan ini sebagai peraturan tertulis. Tapi bahkan kalau tidak diwajibkan, ini tetap yang seharusnya dilakukan.
Satu Hal Tambahan: Soal Memberi Saran yang Tidak Diminta
Ini yang tidak selalu disadari sebagai masalah, tapi cukup umum terjadi:
Memberikan koreksi atau saran latihan kepada orang lain yang tidak memintanya.
Niatnya mungkin baik. Tapi tidak semua orang nyaman menerima saran dari orang asing, apalagi di tengah latihan. Kalau kamu melihat seseorang dengan teknik yang salah dan khawatir ia akan cedera — kamu boleh menawarkan bantuan, tapi dengan cara bertanya dulu.
"Boleh saya share satu hal soal tekniknya?" — jauh lebih baik dari langsung mengoreksi tanpa permisi.
Kenapa Ini Semua Penting untuk Pemula?
Karena kesan pertama di gym itu penting.
Ketika kamu menjaga etika sejak hari pertama, orang-orang di gym akan lebih mudah membantu kamu — entah itu member lama yang rela mengajari teknik yang benar, atau trainer yang lebih ramah melayani pertanyaanmu.
Gym bisa jadi komunitas yang sangat supportif. Tapi itu dimulai dari bagaimana kamu memperlakukan orang-orang di sana.
Sudah Siap Memulai?
Kalau kamu baru akan pertama kali masuk gym, baca juga artikel saya tentang panduan latihan gym untuk pemula — di sana saya jelaskan dari mana harus memulai, gerakan apa yang paling penting, dan bagaimana menyusun program latihan yang masuk akal untuk pemula.
Dan kalau kamu ingin program latihan yang sudah siap pakai tanpa harus bingung merancang sendiri, bundle digital Mada Coaching berisi 4 program workout lengkap untuk berbagai jadwal dan tujuan — termasuk program gym 3x seminggu untuk pemula.
Selamat berlatih. Dan jangan lupa pakai deodorant.
Butuh Program yang Lebih Personal?
Mulai dari quiz gratis untuk tahu program yang cocok buat kondisi kamu sekarang.
Mulai Quiz Gratis →