Tips Menurunkan Berat Badan yang Berhasil Saya Terapkan Sendiri (Turun 20kg)
Saya ingin mulai dengan kalimat yang mungkin jarang kamu dengar dari artikel diet: tidak ada cara menurunkan berat badan yang paling benar atau paling salah.
Selama cara yang kamu pilih bisa membantu tubuh kamu membakar lebih banyak kalori dari yang dikonsumsi, dan kamu bisa menjalankannya secara konsisten — itu sudah cukup untuk disebut berhasil.
Yang akan saya bagikan di sini bukan teori. Ini yang benar-benar saya lakukan sendiri saat berat badan saya menyentuh angka yang membuat saya tidak nyaman, dan cara saya menurunkannya lebih dari 20kg dalam waktu kurang dari setahun.
Kondisi Saya Sebelum Mulai Diet
Di akhir 2017, berat badan saya mencapai lebih dari 105kg. Celana sempit, aktivitas terbatas, dan yang paling terasa — kepercayaan diri saya ikut tertekan.
Saya tidak sedang mencari cara instan. Saya sudah tahu tidak ada yang namanya "turun 10kg dalam 2 minggu" yang sustainable. Yang saya cari adalah cara yang bisa saya jalani sehari-hari, tanpa tersiksa, tanpa berhenti setelah dua minggu.
Belum tahu harus mulai dari mana? Coba quiz fitness gratis ini untuk tahu program yang paling sesuai dengan kondisi dan tujuan kamu sekarang.
Tips yang Benar-benar Saya Lakukan untuk Menurunkan Berat Badan
1. Makan Lebih Sedikit dari yang Dibakar — Tapi Jangan Terlalu Sedikit
Prinsip utama penurunan berat badan adalah defisit kalori. Tapi banyak orang keliru dengan memotong kalori terlalu drastis — makan 1x sehari, skip makan malam, atau puasa ekstrem.
Yang saya lakukan: mengurangi porsi secara bertahap, bukan memotong makanan sekaligus. Makan 3x sehari dengan porsi yang lebih terkontrol jauh lebih sustainable daripada diet ekstrem yang membuat saya lemas dan akhirnya balas dendam makan.
2. Nasi Dikurangi, Bukan Dihilangkan
Banyak yang langsung hilangkan nasi. Saya tidak. Saya hanya mengurangi porsinya dan menambah lauk berprotein tinggi — telur, ayam, ikan, tahu, tempe.
Protein membuat kenyang lebih lama dan membantu tubuh mempertahankan massa otot saat defisit kalori. Ini penting supaya yang turun adalah lemak, bukan otot.
3. Aktif Bergerak — Tidak Harus Gym Dulu
Waktu berat badan saya masih di atas 100kg, saya mulai dari hal sederhana: jalan kaki lebih banyak. Naik tangga, jalan ke warung, berdiri lebih lama.
Setelah tubuh mulai terbiasa bergerak, baru saya masuk ke gym. Dan kombinasi antara pola makan yang lebih terkontrol dengan latihan di gym itulah yang mempercepat penurunan berat badan saya.
Kalau kamu belum yakin gym cocok untuk tujuan kamu, baca dulu artikel saya tentang apakah gym bisa menurunkan berat badan.
4. Minum Air Putih yang Cukup
Ini terdengar klise tapi dampaknya nyata. Sering kali rasa lapar yang kamu rasakan sebenarnya adalah rasa haus yang salah diterjemahkan tubuh.
Saya terbiasa minum segelas air sebelum makan. Hasilnya: porsi makan saya secara alami berkurang karena perut sudah sedikit terisi.
5. Tidur yang Cukup
Kurang tidur meningkatkan hormon lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon kenyang (leptin). Artinya, kalau kamu tidur kurang dari 6–7 jam, tubuh kamu secara hormon akan mendorongmu untuk makan lebih banyak.
Ini bukan teori — saya rasakan sendiri bedanya ketika tidur cukup vs kurang tidur, dalam hal kontrol makan sehari-hari.
Yang Tidak Saya Lakukan (dan Hasilnya Lebih Baik)
Ada beberapa hal yang banyak orang sarankan tapi saya pilih tidak lakukan — dan menurut saya itu justru membantu:
- Tidak menimbang badan setiap hari — fluktuasi harian bisa menyesatkan dan menurunkan motivasi
- Tidak menghitung kalori secara obsesif — saya lebih fokus ke kualitas makanan dan porsi yang masuk akal
- Tidak mengikuti diet yang melarang satu jenis makanan secara total — karena yang dilarang justru jadi yang paling diinginkan
Berapa Lama Hasilnya Terlihat?
Jujur: butuh satu tahun sampai saya benar-benar melihat perubahan yang signifikan dan permanen. Bukan dua minggu, bukan sebulan.
Tapi perbedaannya dengan diet cepat? Setelah itu, berat badan saya tidak naik kembali seperti sebelumnya. Karena yang berubah bukan hanya tubuh saya — tapi juga kebiasaan makan dan gaya hidup saya.
Kalau kamu ingin punya panduan yang lebih lengkap — mulai dari program latihan sampai panduan nutrisi dasar — semua saya kumpulkan dalam bundle digital Mada Coaching. Isinya ebook 40 halaman plus 4 program workout yang bisa langsung kamu jalankan.
Kesimpulan
Menurunkan berat badan tidak butuh diet ajaib. Tidak butuh produk mahal. Tidak butuh menyiksa diri.
Yang dibutuhkan adalah: makan lebih sedikit dari yang dibakar, bergerak lebih banyak, tidur cukup, dan konsisten dalam waktu yang cukup lama.
Sederhana? Ya. Mudah? Tidak selalu. Tapi sangat bisa dilakukan.
Kalau kamu mau mulai, mulailah dari satu hal kecil hari ini. Kurangi satu porsi nasi. Jalan kaki 15 menit. Tidur 30 menit lebih awal. Itu sudah cukup untuk langkah pertama.
FAQ
Apakah harus berhenti makan nasi untuk menurunkan berat badan?
Tidak harus. Nasi adalah sumber karbohidrat yang memberikan energi. Yang perlu diatur adalah porsinya, bukan dihilangkan sama sekali. Mengurangi porsi nasi dan meningkatkan asupan protein adalah strategi yang lebih sustainable daripada menghilangkan nasi sepenuhnya.
Olahraga apa yang paling efektif untuk turun berat badan?
Olahraga terbaik untuk menurunkan berat badan adalah yang bisa kamu lakukan secara konsisten. Kombinasi antara latihan beban (yang meningkatkan metabolisme) dengan kardio ringan (jalan, bersepeda) adalah pendekatan yang saya gunakan dan terbukti efektif. Baca lebih lanjut di artikel apakah gym bisa menurunkan berat badan.
Berapa banyak kalori yang harus saya kurangi per hari?
Defisit 300–500 kalori per hari dari kebutuhan kalori kamu sudah cukup untuk menurunkan sekitar 0,3–0,5 kg per minggu — angka yang sehat dan sustainable. Defisit yang terlalu besar justru membuat tubuh melambat metabolismenya dan mempersulit penurunan berat badan jangka panjang.
Butuh program yang lebih personal? Hubungi Mada untuk konsultasi langsung.
Butuh Program yang Lebih Personal?
Mulai dari quiz gratis untuk tahu program yang cocok buat kondisi kamu sekarang.
Mulai Quiz Gratis →